HAKIKAT
TEKNOLOGI INFORMASI
A.
Hakikat
Informasi
1.
Pengertian
Informasi
Berbicara mengenai informasi, tidak
dapat dipisahkan dengan yang namanya data. Untuk itu, sebelum memahami konsep
informasi dalam hal ini akan dibahas sepintas tentang data. Menurut Susanto
(2002) data adalah fakta atau apa pun yang dapat digunakan sebagai input dalam
menghasilkan informasi. Data dapat berupa bahan untuk diskusi pengambilan
keputusan, perhitungan, atau pengukuran.
Menurut Susanto (2002) informasi
merupakan hasil dari pengolahan data , akan tetapi tidak semua hasil dari
pengolahan tersebut dapat menjadi
informasi. Hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta
tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang
tersebut. Dari uraian tentang informasi ada tiga hal penting yang harus di
perhatikan, di antaranya :
-
Informasi
merupakan hasil pengolahan data
-
Memberikan
makna
-
Berguna
atau bermanfaat
Selain dari pengertian informasi
tersebut Mc. Leod (Susanto,2002) mengemukakan bahwa suatu informasi yang
berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-
Akurat
-
Tepat
waktu
-
Relevan,
dan
-
Lengkap
Berbicara tentang informasi menurut
Koswara (1998)tidak pernah ada informasi yang bersifat “netral”. Suatu informasi yang diciptakan berkaitan dengan
konteks pola piker tertentu untuk melayani kebutuhan-kebutuhan, baik yang
bersifat nasional, organisasi maupun kebutuhan personal atau pribadi. Informasi
tidak dapat dikatakan baik atau buruk penilaian seprti itu hanya dibuat oleh
pemakai informasi yang banyak bergantung pada pengetahuan dan pola pandang
masing-masing. Untuk itu, mari kita harus memiliki pengetahuan yang memadai
tentang ragam sumber informasi. Pemahaman akan keragaman informasi tersebut
akan membantu kita dalam mengakomodasi, menganalisi, dan mendesiminasi
informasi lebih lanjut. Apabila hal itu tidak tampak pada diri kita, tidak
mustahil akan menimbulkan kebingungan dan kesalahan perlakuan terhadap
informasi yang sampai pada diri kita.
2.
Komponen-komponen
Informasi
Dalam fenomena yang multi-dimensional,
kita dapat mengenal enam komponen informasi yang masing-masing memiliki sifat,
karakteristik, dan kekhasan masing-masing. Adapun keenam komponen atau jenis
informasi tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Absolute
information, merupakan ‘pohonnya’ informasi, yaitu jenis informasi yang
disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
b.
Sustitutional
information, yaitu jenis informasi yang merujuk kepada kasus dimana konsep
informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam ppengertian ini, informasi
kadangkala diganti dengan istilah ‘komunikasi’.
c.
Philosophic
information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang
menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
d.
Subjective
information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan emosi
manusia. Kehadiran informasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.
e.
Objective
information, yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis
informasi-informasi tertentu..
f.
Cultural
information, yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural.
Keenam komponen informasi tersebut,
satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan memiliki unsur ketergatungan.
Dalam memberikan pemahaman terhadap suatu komponen, informasi tidak terlepas
dari pengetahuan unsur budaya seseorang.
B.
Hakikat
Teknologi Informasi
3.
Pengertian
Teknologi
Sebelum anda mengenal lebih jauh
tentang teknologi informasi, sebaiknya memahami terlebih dahulu pengertian
teknologi. Mengingat kebanyakan orang berfikir bahwa “teknologi” hanya yang
berkaitan dengan mesin atau alat-alat elektronik. Oleh karena itu beriku ini
akan dikemukakan.
Pengertian dasar teknologi. Menurut
Nasution (1995) istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu technologia
yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau
penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar
kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan,
ilmu, sejalan dengan pengertian tersebut, Salisbury (1996) mengemukakan bahwa
kata teknologi, sebagaimana digunakan oleh para ilmuwan dan para filosofis ilmu
pengetahuan menunjuk kepada cara dimana kita menggunakan ilmu pengetahuan untuk
memecahkan masalah praktis. Ini mungkin tidak termasuk mesin dalam teknologi,
tetapi dalam hal ini selalu menerapkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian,
teknologi dalam istilah yang benar, menunjuk kepada segala upaya untuk
memecahkan masalah-masalah manusia. Itu berarti suatu cara untuk mengatur orang
, peristiwa-peristiwa, dan mesin dengan menggunakan pengetahuan dan membuktikan
alat-alat, prosedur dan teknik.
4.
Pengertian
Teknologi Informasi
Secara sederhana “teknologi
informasi” dapat dikatakan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengolah
informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Isi
dari ilmu tersebut dapat berupa prosedur, cara-cara dan teknik-teknik untuk
mengumpulkan, meyimpan, mengolah atau menelusuri informasi secara efesien dan
efektif. Dengan kata lain teknologi informasi adalah serangkain tahapan penanganan
informasi, yang meliputi penciptaan informasi, pemeliharaan saluran inforamasi,
seleksi dan transmisi informasi, penerimaan informasi secara selektif,
penyimpanan dan penelusuran informasi, dan penggunaan informasi.
Referensi
Darmawan,
deni dkk. 2006. Dasar Teknologi Informasi dan Komukasi. Bandung: Upi
Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar